Showing posts with label HUMORIA. Show all posts
Showing posts with label HUMORIA. Show all posts
Sunday, November 15, 2009
Desainer dan Pastor
Seorang perancang busana ingin membuat rancangan pakaian yang cocok
untuk pergi ke gereja. Selama ini ia hanya merancang pakaian untuk
pesta dan belum pernah menciptakan mode pakaian untuk pergi ke gereja.
Oleh sebab itu, ia meminta pertimbangan Pastor Budi Luhur.
"Menurut Pastor, pakaian yang bagaimana yang cocok untuk pergi ke
gereja?" "Semua pakaian cocok. Yang penting bersih." jawab Pastor
"Maksud saya, jenis potongan yang bagaimana yang dianggap pas?"
Pastor menjawab lagi, "Semua potongan cocok, asalkan arahnya tepat."
"Maksud Pastor?" si desainer kebingungan
"Hindarkanlah potongan yang salah arah ... potongan bagian atas jangan
dipotong semakin ke bawah dan bagian bawah jangan dipotong semakin ke
atas."
Kejam
Si kecil Fredie bercerita tentang guru barunya kepada Mamanya.
"Mama, guruku yang baru orangnya kejam tetapi adil."
Ibunya yang kurang paham maksud Fredie bertanya, "Apa yang kau
maksudkan dengan kejam tetapi adil, Fredie?"
"Dia kejam terhadap semua orang!"
Isteri Potifar
Leo dan temannya Jeffrey sedang bercakap-cakap tentang tokoh Yusuf
yang digoda oleh isteri Potifar tetapi tidak jatuh ke dalam dosa.
Leo berkata dengan tulus kepada Jeffrey, "Yusuf itu tokoh Alkitab yang
luar biasa, kesetiaannya kepada Tuhan sungguh layak mendapatkan
acungan jempol. Setiap hari Yusuf digoda tante Potifar dan pada waktu
itu tak ada seorangpun di rumah. Jika saya adalah Yusuf, saya belum
tentu lari untuk menghidar dari tante Potifar, bahkan bisa-bisa jatuh
ke dalam dosa bersamanya."
Jeffrey segera menjawab, "Untunglah Yusuf itu bukan kamu, Leo!"
Leo berkata lagi dengan sedikit nada tersinggung dan kesal, "Jeffrey,
jika kamu adalah Yusuf, memangnya kamu akan lari dari tante Potifar
dan tidak melakukan dosa? Wah ...! Hebat benar kamu ..."
"Ya ... saya pasti akan lari ...," jawab Jeffrey dengan mantap
"...lari di tempat atau lari ke tante Potifar!" sambungnya sambil
nyengir.
Pesawat Terbang
Seorang janda yang sudah tua baru pertama kali mengadakan perjalanan
dengan pesawat terbang. Dia terus-menerus melihat ke luar jendela
menikmati pemandangan sampai keadaan di luar pesawat gelap dan dia
tidak dapat melihat apa-apa lagi.
Pada waktu itu sang janda ini tertegun melihat lampu yang berkedip-
kedip di ujung sayap pesawat.
Tiba-tiba dia memanggil pramugari pesawat berkata, "Maaf telah
mengganggu anda, tapi saya pikir anda harus memberi tahu kepada pilot
bahwa lampu retting sebelah kiri terus menyala. Saya yakin dia lupa
mematikannya."
Tuesday, November 3, 2009
Back To The Bible
Seorang pengkhotbah dengan penuh semangat memotivasi jemaat untuk
selalu percaya akan pemeliharaan Allah. Diakhir khotbahnya dia
berkata, "Dengan semangat yang pernah Marthin Luther kumandangkan
yaitu "Back To The Bible", mari kita tetap mempercayai Allah yang
memelihara kita!!"
Usai kebaktian, seperti biasa para jemaat memberikan salam kepada sang
pengkhotbah di depan pintu. Lantas tiba-tiba, dengan ekspresi wajah
yang lugu dan malu-malu seorang ibu bertanya, "Maaf Pak Pendeta,
perkataan Marthin Luther terlewat saya catat...."
Belum selesai si Ibu menyelesaikan penjelasannya, dengan tanpa ragu
sang pengkhotbah menegaskan. Katanya, "Ooohhh itu,... 'Back to The
Bible'... kalimat itu artinya adalah 'Allah menyertai kita semua'."
Pahlawan
Suatu ketika seorang pimpinan sebuah rumah sakit jiwa mengetahui bahwa
salah seorang pasiennya telah menyelamatkan jiwa sesama pasien yang
mencoba bunuh diri dengan cara menariknya keluar dari bak mandi.
Pimpinan tersebut memeriksa data si "pahlawan" tersebut dan kemudian
memanggilnya untuk datang ke kantor.
"Pak Jan, dari catatan kemajuan kesehatan dan kepahlawananmu dalam
menyelamatkan temanmu, kami memutuskan untuk membolehkan anda pulang
ke rumah. Tapi ada satu kabar buruk, orang yang kau selamatkan jiwanya
akhirnya meninggal karena gantung diri."
"Oh ... dia tidak bunuh diri Pak!" jawab pak Jan.
"Saya kasihan melihat dia basah kuyup. Oleh sebab itu, saya gantung
dia supaya cepat kering."
Jam Tangan
Seorang pemuda sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta dengan
kereta api. Persis di depannya duduk seorang bapak. Setelah lama
berdiam diri, sambil menguap sang pemuda bertanya kepada bapak
tersebut, "Jam berapa sekarang, Pak???"
Sebuah pertanyaan yang biasa kita lakukan di manapun kapanpun dan
kepada siapapun, dan biasanya kita selalu dapat jawaban.
Tapi kali ini sungguh di luar dugaan, si bapak diam saja. Mengira sang
bapak agak kurang dengar, pemuda tersebut mengulanginya sampai 3 kali,
namun si bapak tetap diam tidak bergeming sedikitpun.
Merasa kesal, pemuda langsung mencolek bapak tersebut dan berkata,
"Saya heran, mengapa Bapak tidak menjawab pertanyaan saya? Apa sich
susahnya," tanyanya kesal.
Si bapak menjawab dengan tenang: "Bukannya saya nggak mau menjawab,
tapi nanti kalau saya jawab, kita pasti ngomong-ngomong lagi soal ini
soal itu, terus sampai nanti kita jadi akrab."
Si pemuda melongo mendengar ceramah si bapak, terus dia tanya lagi,
"Lalu, apa salahnya kalau kita akrab".
Si bapak bilang, "Nanti anak gadis dan istri saya akan menjemput saya
di Gambir. Kalau kita sudah akrab, nanti kita akan turun sama-sama,
terus saya pasti memperkenalkan mereka sama kamu".
Si pemuda tambah bingung, "Terus, Pak??" tanyanya lagi penasaran.
"Istri saya tuch orangnya baik sekali sama semua orang. Nanti dia
pasti nawarin kamu mampir ke rumah. Nanti kamu mampir dan pasti mandi
di rumah saya, terus makan di rumah saya, nanti kamu lama-lama bisa
akrab dengan anak gadis saya dan kamu bisa jadi pacar anak saya dan
lama-lama kamu bisa jadi menantu saya." lanjut si bapak.
Sang pemuda yang tadi sudah bingung sekarang menjadi makin bingung,
lantas dia tanya, "Terus apa hubungannya sama pertanyaan saya yang
pertama?"
Sambil berdiri dan dengan lantang bapak tersebut menjawab,
"Masalahnya ... SAYA TIDAK MAU PUNYA MENANTU SEPERTI KAMU, JAM TANGAN SAJA NGGAK PUNYA!!!"
Alami
Di suatu acara kelulusan SD seorang ibu sedang mencoba memotret
anaknya yang baru lulus SD. Sang ibu menyuruh sang Ayah untuk ikut
berpose bersama dengan si anak, dan memberi beberapa instruksi.
"Ayo ... bergayalah dengan gaya yang alami, jangan terkesan dibuat-
buat," kata ibu.
"Nak ... rangkullah ayahmu, lingkarkan tanganmu di bahu ayahmu."
Lalu sang ayah menyahut, "Ibu ini macam-macam aja. Kalau mau gaya
kami terlihat alami, kenapa tidak kau suruh anak kita untuk menaruh
tangannya di dompetku."
Kabar Baik
"Tahun ini ada kabar baik, Ayah!" ujar seorang anak yang baru saja
menerima hasil pengumuman kelulusan SMP kepada ayahnya.
"Kabar baik apa?" tanya ayahnya.
"Pokoknya Ayah tidak perlu pusing memikirkan biaya saya untuk masuk
SMU." jawab sang anak
"Apa kau lulus dengan nilai yang bagus dan mendapat beasiswa?" tanya
ayahnya dengan wajah yang berbinar-binar.
"Bukan Ayah! Saya ... tidak lulus!!" jawab anaknya dengan santai.
Ayah: Gedubrakkk!!! #*&%#*(at)%!
Siulan
Seorang pria, yang telah menghabiskan seluruh hidupnya di padang
gurun, berkunjung ke rumah temannya. Pria ini sama sekali belum pernah
melihat kereta api maupun relnya. Suatu hari, saat dia berdiri di
tengah rel, dia mendengar siulan keras, tapi dia tidak tahu dari mana
sumbernya. Tak pelak lagi, dia ditabrak oleh kereta api yang lewat dan
terlempar ke seberang rel. Untungnya, kereta itu berjalan lambat
sehingga dia hanya mengalami luka-luka ringan, sedikit patah tulang
dan memar-memar :)
Setelah beberapa minggu dirawat di rumah sakit, luka-lukanya telah
sembuh. Sore harinya, dia menghadiri pesta yang diadakan di rumah
temannya. Saat di dapur, pria ini mendengar teko air mengeluarkan
siulan. Pria ini langsung mengambil tongkat besi yang ada di rak dan
langsung memukul teko air itu sampai menjadi lempengan logam yang
tidak jelas bentuknya. Temannya yang mendengar suara gaduh, segera
berlari ke dapur.
"Mengapa kamu menghancurkan tekoku yang bagus ini?" tanya temannya
dengan marah.
Pria padang gurun tadi menjawab, "Teman, kamu harus segera membunuh
makhluk ini selagi kecil. Kalau tidak, saat besar nanti dia bisa
membunuh orang."
Tuesday, October 27, 2009
Berani Tetapi...
Suatu ketika Angkatan Laut Amerika, Jepang dan Indonesia mengadakan latihan bersama. Siang itu adalah jam istirahat. Di atas geladak kapal induk Amerika, berdiri tiga orang Komandan pasukan dari ketiga negara itu. Mereka saling berbincang-bincang tentang kehebatan tentara mereka masing-masing. Dari perbincangan mereka, akhirnya mereka membicarakan tentang topik "keberanian tentara mereka masing-masing". Mula-mula komandan Angkatan Laut Amerika itu berkata, "Tentara kami terkenal sangat berani menghadapi tugas yang berat sekalipun. Lihat, laut itu ada ikan hiunya, bukan?" Sang komandan Amerika itu menunjuk salah seorang prajuritnya dan memerintahkan dia untuk terjun bebas ke dalam laut. Dengan beraninya si tentara itu terjun ke dalam laut. Walaupun bisa kembali ke atas kapal dalam keadaan selamat, tokh prajurit itu telah menunjukkan keberaniannya yang sejati. Giliran komandan angkatan laut Jepang menunjukkan keberanian prajuritnya. Sang komandan Jepang itu berkata, "Prajurit kami jauh lebih hebat. Mereka tidak takut mati, apalagi kalau hanya potong jari saja." Sang komandan menunjuk salah seorang prajuritnya dan memerintahkan prajurit itu untuk memotong satu ruas atas jari kelingkingnya. Dengan taat dan berani prajurit itu memotong ujung jari kelingkingnya hingga darah berceceran kemana-mana. Lukanya segera dibalut dan dia disuruh untuk beristirahat di kamarnya. Melihat keberanian prajurit Amerika dan prajurit Jepang, komandan angkatan laut Indonesia tidak mau kalah unjuk keberanian prajuritnya. Sang komandan berkata dengan nada diplomatis, "Memang prajurit anda berdua benar-benar berani. Tetapi prajurit saya juga mempunyai keberanian yang unik." Sang komandan menoleh ke arah salah satu prajuritnya. "Mayor Anton, push-up 100 kali." Dengan "berani"-nya mayor Anton berkata, "Komandan, mana bisa anda menghukum saya dengan sembarangan. Saya kan tidak bersalah!" "Nah, kan! Prajurit saya berani, bukan?" (Berani membantah atasan maksudnya, he....he....he.....!).
Pak Tua
Seorang pak tua sedang berjalan melewati hutan ketika dia mendengar
suara wanita dengan lembut menyapanya, "Hallo.." Dengan segera si pak
tua itu berbalik mencari wanita yang menyapanya. Tetapi yang dia
temukan ternyata bukanlah wanita, tetapi seekor kodok.
Lalu suara wanita itu kembali terdengar, "Hallo..."
Pak tua itu melihat ke arah kodok dengan penuh tanda tanya. Akhirnya
si kodok berkata, "Pak, jika anda mencium aku, aku akan berubah
menjadi seorang wanita cantik dan engkau boleh menikahi aku."
Tanpa berkata apa-apa, pak tua mengambil kodok itu, menaruhnya di
kantong bajunya dan mengancing kantong bajunya. Si kodok berteriak
dari dalam kantong baju pak tua. "Tidakkah Bapak mendengarkan aku?
Ciumlah aku dan aku boleh kau jadikan isteri."
Kemudian pak tua mengambil si kodok dari dalam kantongnya dan berkata,
"Ya aku mendengar permintaan dan penawaranmu, tapi aku pikir diumurku
yang sudah setua ini, aku lebih baik memiliki seekor kodok yang bisa
berbicara daripada seorang isteri."
Ibu
Seorang gadis berusia 23 tahun sedang curhat kepada sahabatnya tentang
kekhawatirannya terhadap ibunya. Sahabatnya menanyakan alasan mengapa
dia sangat menghawatirkan ibunya. Si Gadis berkata bahwa ibunya selalu
tidur larut malam pernah sampai pagi.
Sang sahabat bertanya, "Apa yang dilakukan ibumu sepanjang malam? Hal
itu akan sangat mengganggu kesehatan apalagi usianya sudah mulai
merambat tua!"
Lalu gadis itu menjawab, "Ibuku menunggu aku pulang ke rumah."
Pastor dan Suster
Seorang Pastor memanggil salah seorang suster cantik untuk datang ke
kamarnya! dan beginilah kisahnya:
Pastor: "Suster, kemari! Saya ingin menunjukkan sesuatu pada anda..."
Suster: "Ya Romo, ada apa?"
Pastor: "Masuklah ke kamarku dan tolong tutup semua tirai jendela."
Suster: "Apa..!?"
Pastor: "Saya bilang............"
Suster: "Ya, saya mendengar Romo, cuma saya nggak percaya apa yang
Romo katakan."
Pastor: "Benar, saya minta anda masuk ke kamar saya."
(Walaupun dengan ragu-ragu tetapi Suster menuruti apa yang
diperintahkan oleh Pastor)
Pastor: "Duduklah di tempat tidur sini, di sebelahku..."
Suster: "Maaf Romo, saya harus keluar dari kamar ini."
Pastor: "Kenapa? ayolah sini, duduk disebelahku sini."
(Dengan hati berdebar-debar, akhirnya Suster duduk juga di sebelah
Pastor)
Pastor: "Masuk yuk ke dalam selimutku sini!!!"
Suster: "Ha..?!"
Pastor: "Ayolah jangan ragu-ragu, nanti akan tahu...."
(Dengan perasaan takut Suster masuk ke dalam selimut bersama Pastur!)
Pastor: "Ayolah mendekat sini."
(Dengan gemetaran akhirnya Suster mendekat juga)
Pastor: "Lihatlah jam tanganku yang baru ini.....bisa MENYALA di
kegelapan!"
Kura-kura
Boby datang menghampiri ibunya dengan wajah penuh kesedihan sambil
memeluk kura-kuranya. "Mama....kura-kuraku sudah mati." lapor Boby
kepada ibunya.
Dengan segera sang Ibu mencium kening Boby dan berkata, "Sudahlah,
tidak apa-apa. Sekarang bungkuslah kura-kuramu dengan tissue lalu
letakkanlah dia di dalam sebuah kotak kecil, baru kemudian kamu bisa
mengadakan upacara pemakaman kecil di halaman belakang. Setelah kamu
selesai menguburnya, kita akan pergi berjalan-jalan untuk membeli kura-
kura yang baru dan juga es krim untukmu. Mama tak ingin melihatmu
bersedih lagi."
Tiba-tiba omongan sang Ibu terpotong karena dia melihat kura-kura Boby
bergerak. "Boby!...kura-kuramu masih hidup, belum mati sayang..!!??"
kata Ibu dengan senangnya. "Oh...," keluh Boby dengan nada kecewa.
Boby yang sangat mengharapkan kura-kura yang baru dan juga es krim
berkata, "Mama....bolehkah aku membunuhnya"
Sejarah
Seorang Guru Sejarah baru selesai mengajarkan satu bab mengenai
peperangan.
"Berapa orang di antara kalian yang tidak setuju dengan perang?" sang
Guru bertanya. Semua tangan teracung.
Kemudian guru bertanya lagi, "Siapa yang ingin memberikan alasan
mengapa peperangan harus ditentang?"
Tiba-tiba seorang anak dengan antusiasnya mengacungkan jari.
"Ya, Johnny?" kata sang Guru.
"Saya benci perang," Johnny berkata, "sebab perang menciptakan
sejarah dan saya sangat tidak menyukai pelajaran sejarah."
Di Tilang
Dua orang pendeta mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.
Mereka akhirnya diminta untuk berhenti oleh seorang polisi karena
kecepatannya melebihi kecepatan maksimum yang sudah ditetapkan.
"Apa yang anda lakukan? Anda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan
tinggi."
Salah satu Pendeta berkata, "Kami mengendarai sepeda motor ini hanya
sekedar putar-putar.....lihatlah motor ini memang sangat bagus dan
kencang larinya."
Si Polisi menggeleng-gelengkan kepalanya, "Bagaimanapun juga, saya
harus menilang anda. Mengemudi seperti itu sangat membahayakan jiwa
anda. Bagaimana kalau anda mengalami kecelakaan?"
Kemudian Pendeta berkata lagi, "Jangan khawatir, Tuhan Yesus beserta
kami."
Si Polisi berkata, "Wah, kalau begitu saya harus benar-benar menilang
anda, karena tiga orang dilarang berada dalam satu motor sekaligus."
Sumpah Palsu
Di suatu persidangan dengan kasus pembunuhan,
Hakim : "Apakah anda yang membunuh korban?"
Terdakwa : "Bukan saya, Pak Hakim."
Hakim : "Anda tahu tidak, hukuman apa yang akan dijatuhkan pada
orang yang bersumpah palsu?"
Terdakwa : "Ya, saya tahu. Dan hukuman untuk orang yang bersumpah
palsu lebih ringan dibandingkan dengan hukuman untuk
seorang pembunuh."
Gara-gara Lilin
Ny. O'Reilly yang sedang berjalan, berpapasan dengan Pastur O'Flannagan. Pastur berkata, "Hai Ny. O'Reilly ... bagaimana kabar suami anda? Bukankah saya yang menikahkan anda berdua kira-kira lima tahun yang lalu?" Ya, memang andalah yang menikahkan kami, Pastur", jawab Ny. O'Reilly. Lalu Pastur bertanya lagi, "Berapa anak anda sekarang?" "Oh ... belum ada Pastur, kami belum mempunyai anak satupun." "Baiklah, minggu depan aku akan pergi ke Roma, di sana aku akan berdoa dan menyalakan sebuah lilin untukmu", kata Pastur. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi di jalan dan Pastur bertanya, "Ny. O'Reilly apakah anda sudah mempunyai anak?" "Oh sudah Pastur, saya mempunyai tiga pasang anak kembar, dan 4 orang anak yang tidak kembar, jadi semuanya ada sepuluh orang." jawab Ny. O'Reilly. Lalu Pastur berkata,"Wow, bukankah itu sangat luar biasa!! Lalu bagaimana keadaan suamimu?" "Dia sedang pergi ke Roma", jawab Ny. O'Reilly "Ke Roma??? Ada urusan apa dia berangkat ke Roma?", tanya Pastur. "Mematikan lilin yang Pastur nyalakan." Jawab Ny. O'Reilly.
Tiga Insinyur
Tiga orang insinyur dari tiga buah perusahaan yang berbeda sedang
buang air kecil di kamar kecil. Insinyur yang pertama selesai dan
mencuci tangannya. Setelah itu ia mengeringkan tangannya dengan
cermat. Diambilnya kertas tisu demi kertas tisu untuk mengeringkan
tangannya hingga tidak ada satu titik air pun di tangan. Sambil
menoleh ke arah kedua insinyur yang masih buang air kecil, ia berkata,
"Di Hewlett-Packard kami terbiasa untuk teliti."
Insinyur yang kedua selesai dan mulai mencuci tangannya. Dia hanya
menggunakan satu kertas tisu saja untuk mengeringkan tangannya. Dengan
teliti ia melap tangannya sampai benar-benar bersih dan kering.
Kemudian ia menoleh kepada insinyur ketiga sambil berkata, "Di
Lockheed-Martin, kami tidak hanya dilatih untuk cermat tetapi juga
efisien."
Insinyur ketiga selesai. Ia tidak mencuci tangannya tetapi langsung
keluar dari kamar kecil sambil berseru kepada dua insinyur
sebelumnya, "Di Apple Computer, Inc., kami tidak perlu membersihkan
tangan, karena kami tidak buang air kecil di tangan!"
Subscribe to:
Posts (Atom)
